LATAR BELAKANG.
Kecamatan Banjar Margo merupakan salah satu kecamatan dari 15 Kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang Propinsi Lampung. Nama Banjar Margo berasal bahasa Lampung, yaitu “ Banjar “ yang berarti Kampung atau desa dan “ Margo “ yang berarti Jalan atau Lintasan. Kecamatan Banjar Margo sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Banjar Agung. Kecamatan Banjar Margo merupakan salah satu kecamatan dari 15 Kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang Propinsi Lampung. Nama Banjar Margo berasal bahasa Lampung, yaitu “ Banjar “ yang berarti Kampung atau desa dan “ Margo “ yang berarti Jalan atau Lintasan. Kecamatan Banjar Margo sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Banjar Agung.
Kecamatan Banjar Margo merupakan salah satu kecamatan dari 15 Kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang Propinsi Lampung. Nama Banjar Margo berasal bahasa Lampung, yaitu “ Banjar “ yang berarti Kampung atau desa dan “ Margo “ yang berarti Jalan atau Lintasan. Kecamatan Banjar Margo sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Banjar Agung.Berdasarkan Peraturan Bupati Tulang Bawang No. 6 Tahun 2005 tanggal 15 November 2005, Tentang Perubahan Nama Kecamatan dan Pembentukan 6 ( enam ) Kecamatan Dalam wilayah Kabupaten Tulang Bawang. Yang mana Kecamatan Banjar Margo merupakan salah satu dari 6 kecamatan yang dibentuk.
Mengacu pada PERDA No. 7 Tahun 2005, Kecamatan Banjar Margo resmi menjadi Wilayah Definitif dengan ditandatanganinya Prasasti oleh Bupati Tulang Bawang Bapak Hi. Abdulrahman Sarbini, S.H, M.H, M.M. Pada tanggal 2 Desember 2005 Bapak Bupati melantik Plt. Camat Banjar Margo Bapak PANCA NANDA,S.Sos.M.M bertempat di Gedung Musyawarah Mufakat Menggala. Dan pada tanggal 21 Desember 2005 Kecamatan Banjar Margo di resmikan yang pada waktu itu statusnya masih menginduk pada Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.
Kecamatan Banjar Margo membawahi 12 kampung, memiliki luas wilayah 152,122 Km² (14.218,43 Ha), dengan jumlah penduduk 39.921 Jiwa, kepadatan penduduk rata-rata 262,43 Jiwa/Km² dengan sex ratio (persentase perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan) adalah 99,89 %.
Awalnya, Kecamatan Banjar Margo merupakan daerah tujuan transmigrasi. Simpang Penawar yang dulunya terdapat pasar dengan nama Pasar unit 1 Kabupaten Tulang menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitarnya.Sekarang Kecamatan Banjar Margo telah berkembang menjadi sebuah kecamatan yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar terutama di sector pertanian. Mayoritas penduduknya bertani terutama Petani Perkebunan Karet, Singkong dan Sawit.
Dengan demikian Kecamatan Banjar Margo memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang menjadi sebuah kecamatan yang maju dan sejahtera.